10 MACAM PERLAKUAN YANG MEMPENGARUHI PERILAKU ANAK
Dorothy law Nolte pernah mengatakan bahwa anak belajar dari lingkungannya. Lengkapnya adalah:
1. Jika anak dibesarkan dengan celaan, Ia belajar memaki.
2. Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi.
3. Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri.
4. Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia belajar menyesali diri.
5. Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri.
6. Jika anak dibesarkan dengan pujian ia belajar menghargai.
7. Jika anak dibesarkan dengan sebaik baik perlakuan, ia belajar keadilan.
8. Jika anak dibesarkan dengan rasa aman ia belajar menaruh kepercayaan.
9. Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri.
10.Jika anak dibesarkan dengan kasih saying dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.
Dari pernyataan diatas, jelas sekali bahwa lingkungan , terutama keluarga , akan membentuk pribadi anak dengan sendirinya. Jadi kalau anak nakal, sering berkata kotor, itu karena pengaruh lingkungan bukan karena gurunya tidak becus mendidik murid. Sekolah, terutama guru, memang berpeeran dalam mengarahkan tingkah laku anak tetapi keluargalah yang mempunyai peran lebih besar. Di tingkat pendidikan dasar anak bertemu guru hanya sekitar 5 jam sehari dan enam hari seminggu. Yang 19 jam adalah tanggung jawab orang tuanya. Jadi apa yang seharusnya dilakukan orang tua jika anaknya bandel bukan main? Jawabannya adalah mengkomunikasikannya dengan gurunya untuk dianalisa dan dicarikan solusinya. Pada jaman sekarang, banyak wali murid yang sangat kurang dlam berkomunikasi dengan pihak sekolah. Mereka rata rata merasa gugur kewajibannya dalam mendidik anaknya kalau sudah dimasukkan kesekolah. Jadi sekarang ini yang perlu “dipermak” bukan saja ank tetapi juga orang tuanya. Karena sekali kita salah melangkah mendidik anak, kita akan menyesal seumur hidup. Kok seperti terror ya? Ini sangat sangat serius.
Bagaimana kalau anak saya mals belajar pak guru, dia lebih memilih menonton tv atau main game? Membiasakan anak belajar bukanlah hal yang mudah. Tetapi kalau orang tua berhasil menciptakan disiplin belajar kepada anak, tidak disuruhpun dia akan meminta anda mendampingi belajar. Lho ma, sekarang kan wakrtunya belajar matikan TVnya dong! Anda adalah orang tua yang baik jika anak anda bias mengucapkan kalimat tersebut. Teacher, caranya bagaimana? Saudara saya yang di desa sudah membuktikannya. Wah pak Teacher ini pamer ya ! Ini bukan pamer, beliau seorang dosen di IAIN Walisongo Semarang. Jadi ya wajar lah. Beliau menerapkan disiplin belajar 1-2 jam sehari yaitu sekitar pukul 06 – 07 tiap malam dari senin sampe sabtu. Dalam waktu tersebut TV harus dimatikan. Papa tidak boleh ke warung dan Mama tidak boleh ngegosip dirumah tetangga. Memang terasa berat untuk mengawali, mungkion anak anda akan berontak dan bahkan menangis. Anda harus bias meyakinkan anak anda untuk mau belajar salah satunya berilah contoh salah seorang keluarga anda yang sudah sukses. Ceritakan kepada anak anda bagaimana ia bersungguh sungguh dalam belajar sampai dia sukses. Pada hari minggu bebaskan anak anda untuk main atau menonton televise tetapi tetap awasi kegiatannya. Kalau bias hindarkan anak untuk menonton sinetron. Karena sinetron banyak yang mempertontonkan kekrasan mental dan fisik yang akan berpengaruh buruk terhadap perkembangan psikologi anak anda. Selain itu hindarkan juga lagu lagu cinta (yang sairnya “nggilani”) karena kan direkam langsung oleh anak. Wah Pak teacher sok tahu ni…anda kan belum punya anak…. bukan sok tahu, ini pengalaman.
Pak guru saya dan istri saya kerja jadi waktu saya saya sama anak saya kurang sekali, bagaimana solusinya? Sesibuk apapun anda, haruslah anda meluangkan waktu (biarpun sebentar) buat anak anda. Karena perhatian anda akan dirasakan sebagai kasih saying bagi anak anda. Kalau anda punya uang lebih, anda bias menyiasatinya dengan Les, ngaji atau ikut sanggar. Intinya adalah pilihlah kegiatan positif yang disenangi anak anda. Jangan lupa untukl mengecek kegiatannya dengan pertanyaan berikut ini:
Apakah kamu senang tadi?
Apakah kamu tadi berkelahi?
Tadi kamu bias ngerjakan matematika nggak? Wah pinter anak mama.
Bias ceritakan kegiatan disekolah/ Les/ sanggar?
(sementara cukup sekian, entar dilanjutkan lagi jangan lupa saran dan kritiknya bias dimasukkan langsung dalam komentar dib log ini)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar