Seperti biasa, awal sebelum memulai pelajaran saya dan anak anak “greeting dulu”. Saya sngta menghargai semangat mereka ketika menjawab greeting saya, luar biasa!. Mereka datang ke sekolah dengan satu tujuan yaitu mempelajari hal hal baru. Pada fase awal saya memulainya dengan menyanyikan lagu seperti di bawah ini :
There is a frog (rekotok – rekotok) Beside river (rekotok – rekotok) Looking for a food (rekotok – rekotok) Every morning (rekotok – rekotok)
Lagu di atas nadanya sama dengan lagunya susan dan Ria Enes yang berjudul kodok dan semut. Lagu tadi bisa diubah sesuai selera guru dengan mengkombinasikan gerakan dan suara binatang. Jadi sambil bernyanyi anak anak juga melompat seperti kodok. Sungguh sangat seru! Pada fase kedua saya mengenalkan tentang kosa kata baru yang bertema animals. Kita bisa menggunakan media flashcard, buku paket proyektor dll. Biasanya saya menyuruh anak membaca buku bersama sama dengan menunujuk gambar yang ada di buku tersebut. Banyak variasi yang bisa kita gunakan. Pada fase inti saya menanyakan “do you have a pet?” sebagian menjawab yes dan no. yang menjawab yes saya beri pertanyaan kedua yaitu, “what is your pet?” Mereka pun menjawabnya bermacam macam. Rabbit, cat, bird fish etc. pertanyaan ini saya selingi dengan permainan menangkap bola. Jadi setiap anak yang menangkap bola harus menjawab pertanyaan tadi. Kemudian anak tersebut mengulangi pertanyaan tersebut dengan menanyakan ketemannya sambil melempar bola, demikian seterusnya. sebenarnya komunikasi seperti ini sudah cukup untuk satu kali pertemuan yaitu anak bisa bertanya jawab tentang pet yang dimilkinya atau tidak dimilikinya. Mereka bisa berkomunikasi secara sederhana dengan teman-temannya atau gurunya. Saya biasanya membuat checklist seperti ini
Do you have a pet?
No | Name | Pet |
1 | Enstein | Yes |
2 | Alpha edision | No |
3 | Newton | Yes |
Anak anak cukup menjawab dengan yes atau no. kalau kelasnya besar, 40 atau lebih per kelas, ini bisa disiasati yaitu dengan mempraktekannya secara berkelompok. Misalnya 10 orang mewawancarai temannya, yang lain akan menunggu untuk diwawancarai. Ini sangat menarik karena anak-anak akan akan berfikir”siapa ya yang akan menanyai saya” mereka akan saling memanggil “ ayo kamu kesini” dll. Jadi kegiatan ini mungkin hanya membutuhkan waktu kurang lebih 10 menit. Kelas akan terlihat ramai atau ribut. Anak anak akan berlarian kesana kemari, tetapi biarkanlah ini memang dunia mereka jangan sampai kelas kita (bahasa inggris) siswa hanya duduk manis membaca, menirukan lalu mengerjakan buku ini sangat membosankan. Jangan menyalahkan anak jika mereka malas membaca. Selanjutnya, dengan metode yang sama kita beri table yang ke dua seperti dibawah ini:
What is your pet?
No | Name | Pet |
1 | Enstein | Rabbit |
2 | Alpha edision | I don’t have it |
3 | Newton | Snake |
Setelah anak anak selesai, kita bisa mengecek pekerjaan mereka dengan menanyakan kepada anak yang telah diwawancarai dengan pertanyaan yang sama.
Bagaimana cara menilainya? Kita bisa menilai dengan menggunakan table seperti di bawah ini:
Nama | Pronunciation 1, 2, 3, 4, 5 | Keberanian 1 , 2, 3, 4, 5 |
enstein | 4 | 2 |
alpha E | 3 | 5 |
Newton | 4 | 3 |
Saya yakin anda semua sudah tau cara menjumlahkannya yaitu dengan prosentasi total nilai anak tesebut. Jadi dengan metode ini kita sudah bisa mempraktekkan pengajaran berkarakter.
Pada fase terakhir saya biasanya menyuruh anak anak mengerjakan soal yang saya buat sendiri atau di buku dengan berjumlah paling banyak sepuluh soal. Soal-soal tersebut bisa menyalin tulisan, melengkapi tulisan, merangkai kata sederhana, matching gambar dan kata dll. Sebelum pulang sekolah saya membiasakan anak anak untuk berdoa dulu dengan berterima kasih kepada Allah atas nikmat kesehatan dan ilmu yang sudah diberikan hari ini. Kemudian anak anak pulang dengan menyalami saya sambil membaca sholawat bersama sama. subhanAllah, hidup ini terasa indah sekali!
JUMLAH SISWA YANG BESAR DI KELAS BUKAN SALAH GURU Seperti kita tahu bahwa rata rata jumlah anak di sekolah dasra tiap kelas, terutama disurabaya, masih sekitar 35-40an. Inilah yang menghambat hasil belajar anak. Apapun teorinya di training dimanapun gurunya tingkat keberhasilannya akan relative rendah. Belum lagi seabrek administrasi yang harus dibuat guru setiap hari. Masalah guru honorer juga akan menghambat proses belajar mengajar. Saya tidak yakin dengan program pemerintah yang menganggarkan 20% untuk pendidikan akan memberi perubahan yang signifikan dilapangan dalam waktu dekat ini. Masih banyak sekali sekolah yang bingung untuk menulis laporan BOS. Bahkan merencanakan anggaran (RAPBS) saja masih banyak yang copy paste. Banyak sekali yang harus dibenahi, mulai dari administrasi dinas, mindset PNS dan non PNS sarana dll. Kenapa saya bilang mindset tidak lain adalah berdasarkan pengalaman saya sendiri ketika mengajar disekolah. Ada yang hanya mengajar dengan metode yang sama setiap hari, membaca, menulis, mengerjakan soal, menyalin soal pilihan gandapun pernah saya temui. Tetapi apakah kita akan membiarkan saja ini terjadi? Saya yakin anda semua tidak akan melakukannya. Bagi saya menjadi guru adalah anugrah yang luar biasa yang diberikan Allah kepada saya. Saya bisa setiap hari hadir di majlis ta’lim (sekolah) bertemu dengan senym anak-anak, dan mengamalkan ilmu yang saya miliki. Ilmu yang tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah. Mengamalkan ilmu dengan ikhlas akan meningkatkan kualitas iman kita kepada Allah. Saya sangat yakin anda semua berpendapat sama dengan saya. Banyak sekali yang bisa kita lakukan seperti browsing di internet untuk mencari materi pembelajaran, browsing lagu di you tube, membaca buku dll. Guru saya mengajarkan sediakanlah setiap hari waktu sekitar 5-10 menit untuk membaca dan 5-10 menit untuk menulis.
|