Selasa, 26 April 2011

SCRIPT LAGU BAHASA INGGRIS

MARY HAS A LITLE LAMB, LITTLE LAMB, LITTLE LAMB
MARY HAS A LITLE LAMB THE LAMB IS EATING GRASS
(lamb bias diganti dengan hewan yang lain dan disesuaikan makanannya)

                                                           
GOOD BYE (irama naik naik kepuncak gunung)

Go home, go home
It’s time to gohome
Good bye and see you again 2x

WHAT TIME IS IT? (sama dengan lagu water melon)

What time is it? 2x
I don't know 2x
a quarter past seven 2x
oh . .  I know 2x

Good bye my friend
Good bye teacher
Good bye and see you later 2x

NAMA HARI (irama potong bebek angsa)

Senin itu Monday
Selasa itu Tuesday
Rabo itu Wednesday
Kamis itu Thursday
Jum’at is Friday
sabtu Saturday
Sunday itu adalah hari minggu

HELY GUK GUK GUK

I have a little dog
I give name him hely
He likes playing with me
Running and running again

Hely                 (guk guk guk)
Come here       (guk guk guk)
Let’s go running with me 2x

ADA KODOK TEK OTEK, TEK OTEK

There is a frog tek otek tek otek
Beside river                  tek otek tek otek
Looking for a food        tek otek tek otek
Every morning ek otek tek otek
(bisa dirubah sesuai dengan binatang dan suara yang sesuai, misalnya cat dengan meong meong meong dll)

IF YOU’RE HAPPY AND YOU KNOW IT (kalau kau suka hati tepuk tangan)

If you’re happy and you know it clap your hand / step your feet / shout “hurray” / do all three (2x)
If you’re happy and you know it
And you really ought to show it
If you’re happy and you know it
Clap your hand




Selasa, 12 April 2011

DIINGATKAN OLEH ANAK KELAS 2 SD



“Hayo, makan sambil berdiri!” seorang anak kelas 2 SD menegur saya dengan polos di dalam bis.  Waktu itu kami dalam perjalanan menuju tenpat Out bond yang saya selenggarakan bersama-sama teman-teman (MAHESWARA  OUTBOND). Saya sangat kaget dan tersipu malu. Malu pada diri saya sendiri dan malu pada si anak tersebut. Saya merasa malu karena saya seorang guru. Tidak seharusnya saya melakukan hal tersebut. Sayapun minta maaf kepada anak itu, saya bilang :maaf  dik, saya lupa”

Anak tersebut berasal dari SD THE NAFF Candi Sidoarjo, Jawa Timur. Saya jadi teringat tentang pendidikan berkarakter yang sedang dikampanyekan pemerintah akhir-akhir ini. Memang benar terkadang kita lupa ajaran luhur nenek moyang kita tentang tata karma atau sopan santun. Seperti, makan dan minum tidak boleh berdiri, tidak boleh duduk diatas orang tua, dan masih banyak lagi.

Saya sangat bersyukur karena masih diingatkan oleh Allah tentang perilaku saya sehari-hari. Saya akan mencoba menanamkan budaya yang luhur tersebut kepada anak didik saya. subhanAllah, kepolosan seorang anak telah memberikan pencerahan kepada saya.
Dalam kesempatan yang lain, saya mengikuti pengajian yang diselenggarakan oleh Ma’had Teebee dalam acara Bening Hati Indonesia (BHI) di PBIC KAZA. Tema pengajiannya adalah “islam dan kesehatan” pada acara tersebut ada Tumpengan dan makan bersama yang dipersembahkan oleh anggota jama’ah yang sedang mengaqiqohi anaknya, Alhamdulillah. Saya dapat rizqi dan ilmu pada waktu itu.

Dua hari setelah acara tersebut saya mengikuti pengajian rutin tiap selasa yaitu tafsir Al-Qur’an, saya waktu itu duduk disebelah rekan saya. Saya kaget waktu dia menegur saya “mas, sampeyan kemarin minum sambil berdiri di KAZA ya?” saya agak lupa dan spontan menjawab “iya mas”. Kemudian ia berkata lagi “besok besok jangan diulangi lagi, kalau ketahuan Abuya (Gus Luthfi, guru kami) sampeyan didukani”. Sayapun menyadari bahwa merubah kebiasaan itu membutuhkan waktu, walau hanya hal sepele yaitu minum harus duduk.

Rabu, 06 April 2011

MENGAJAR BAHASA INGGRIS TENTANG ANIMAL DI KELAS BESAR

Seperti biasa, awal sebelum memulai pelajaran saya dan anak anak “greeting dulu”. Saya sngta menghargai semangat mereka ketika menjawab greeting saya, luar biasa!. Mereka datang ke sekolah dengan satu tujuan yaitu mempelajari hal hal baru.
Pada fase awal saya memulainya dengan menyanyikan lagu seperti di bawah ini :

There is a frog (rekotok – rekotok)
Beside river (rekotok – rekotok)
Looking for a food (rekotok – rekotok)
Every morning (rekotok – rekotok)

Lagu di atas nadanya sama dengan lagunya susan dan Ria Enes yang berjudul kodok dan semut. Lagu tadi bisa diubah sesuai selera guru dengan mengkombinasikan gerakan dan suara binatang. Jadi sambil bernyanyi anak anak juga melompat seperti kodok. Sungguh sangat seru!
Pada fase kedua saya mengenalkan tentang kosa kata baru yang bertema animals. Kita bisa menggunakan media flashcard, buku paket proyektor dll. Biasanya saya menyuruh anak membaca buku bersama sama dengan menunujuk gambar yang ada di buku tersebut. Banyak variasi yang bisa kita gunakan.  
Pada fase inti saya menanyakan “do you have a pet?” sebagian menjawab yes dan no. yang  menjawab yes saya beri pertanyaan kedua yaitu, “what is your pet?”
Mereka pun menjawabnya bermacam macam. Rabbit, cat, bird fish etc. pertanyaan ini saya selingi dengan permainan menangkap bola. Jadi setiap anak yang menangkap bola harus menjawab pertanyaan tadi. Kemudian anak tersebut mengulangi pertanyaan tersebut dengan menanyakan ketemannya sambil melempar bola, demikian seterusnya.
sebenarnya komunikasi seperti ini sudah cukup untuk satu kali pertemuan yaitu anak bisa bertanya jawab tentang pet yang dimilkinya atau tidak dimilikinya. Mereka bisa berkomunikasi secara sederhana dengan teman-temannya atau gurunya. Saya biasanya membuat checklist seperti ini

Do you have a pet?
No
Name
Pet
1
Enstein
Yes
2
Alpha edision
No
3
Newton
Yes

Anak anak cukup menjawab dengan yes atau no. kalau kelasnya besar, 40 atau lebih per kelas, ini bisa disiasati yaitu dengan mempraktekannya secara berkelompok. Misalnya 10 orang mewawancarai temannya, yang lain akan menunggu untuk diwawancarai. Ini sangat menarik karena anak-anak akan akan berfikir”siapa ya yang akan menanyai saya” mereka akan saling memanggil “ ayo kamu kesini” dll. Jadi kegiatan ini mungkin hanya membutuhkan waktu kurang lebih 10 menit. Kelas akan terlihat ramai atau ribut. Anak anak akan berlarian kesana kemari, tetapi biarkanlah ini memang dunia mereka jangan sampai kelas kita (bahasa inggris) siswa hanya duduk manis membaca, menirukan lalu mengerjakan buku ini sangat membosankan. Jangan menyalahkan anak jika mereka malas membaca.
Selanjutnya, dengan metode yang sama kita beri table yang ke dua seperti dibawah ini:

What is your pet?
No
Name
Pet
1
Enstein
Rabbit
2
Alpha edision
I don’t have it
3
Newton
Snake

Setelah anak anak selesai, kita bisa mengecek pekerjaan mereka dengan menanyakan kepada anak yang telah diwawancarai dengan pertanyaan yang sama.

Bagaimana cara menilainya? Kita bisa menilai dengan menggunakan table seperti di bawah ini:
Nama
Pronunciation
1, 2, 3, 4, 5
Keberanian
1 , 2, 3, 4, 5
 enstein
4
2
alpha E
 3
5
 Newton
4
3

Saya yakin anda semua sudah tau cara menjumlahkannya yaitu dengan prosentasi total nilai anak tesebut. Jadi dengan metode ini kita sudah bisa mempraktekkan pengajaran berkarakter.

Pada fase terakhir saya biasanya menyuruh anak anak mengerjakan soal yang saya buat sendiri atau di buku dengan berjumlah paling banyak sepuluh soal. Soal-soal tersebut bisa menyalin tulisan, melengkapi tulisan, merangkai kata sederhana, matching gambar dan kata dll.
Sebelum pulang sekolah saya membiasakan anak anak untuk berdoa dulu dengan berterima kasih kepada Allah atas nikmat kesehatan dan ilmu yang sudah diberikan hari ini. Kemudian anak anak pulang dengan menyalami saya sambil membaca sholawat bersama sama. subhanAllah, hidup ini terasa indah sekali!

JUMLAH SISWA YANG BESAR DI KELAS BUKAN SALAH GURU
Seperti kita tahu bahwa rata rata jumlah anak di sekolah dasra tiap kelas, terutama disurabaya, masih sekitar 35-40an. Inilah yang menghambat hasil belajar anak. Apapun teorinya di training dimanapun gurunya tingkat keberhasilannya akan relative rendah. Belum lagi seabrek administrasi yang harus dibuat guru setiap hari. Masalah guru honorer juga akan menghambat proses belajar mengajar. Saya tidak yakin dengan program pemerintah yang menganggarkan 20% untuk pendidikan akan memberi perubahan yang signifikan dilapangan dalam waktu dekat ini. Masih banyak sekali sekolah yang bingung untuk menulis laporan BOS. Bahkan merencanakan anggaran (RAPBS) saja masih banyak yang copy paste. Banyak sekali yang harus dibenahi, mulai dari administrasi dinas, mindset PNS dan non PNS sarana dll. Kenapa saya bilang mindset tidak lain adalah berdasarkan pengalaman saya sendiri ketika mengajar disekolah. Ada yang hanya mengajar dengan metode yang sama setiap hari, membaca, menulis, mengerjakan soal, menyalin soal pilihan gandapun pernah saya temui.
Tetapi apakah kita akan membiarkan saja ini terjadi? Saya yakin anda semua tidak akan melakukannya. Bagi saya menjadi guru adalah anugrah yang luar biasa yang diberikan Allah kepada saya. Saya bisa setiap hari hadir di majlis ta’lim (sekolah) bertemu dengan senym anak-anak, dan mengamalkan ilmu yang saya miliki. Ilmu yang tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah. Mengamalkan ilmu dengan ikhlas akan meningkatkan kualitas iman kita kepada Allah. Saya sangat yakin anda semua berpendapat sama dengan saya.
Banyak sekali yang bisa kita lakukan seperti browsing di internet untuk mencari materi pembelajaran, browsing lagu di you tube, membaca buku dll. Guru saya mengajarkan sediakanlah setiap hari waktu sekitar 5-10 menit untuk membaca dan 5-10 menit untuk menulis.


TAK SELAMANYA LANCAR

Aku dan kawan-kawan mendirikan Out bond training and out door activity. Kebetulan sabtu besok kita ada job di sekolah omku, namanya The Naff. Pada awalnya pembicaraan terjadi sangat lancar. Kami menyodorkan proposal dengan harga yang sudah kami epakati bersama. Alhamdulillah!
Hari demi hari kami mempersiapkan semuanaya. Kami menghubungi seluruh tim untuk rapat bersama. Rapatnya ditempat yang sangat keren, yaitu Warung Ijo atau WI. Memang kami biasanya ngopi an “cangkruk” disana. Karena tempatnya memang disebelah kampus kami dulu. Semuanya kelihatan lancar permainan dan segala keperluan kami bicarkan sampil ngopi dan face book an.
2 minggu sebelum hari H, pihak sekolah meminta kunjungan ke peternakan sapi. Jadi biar tidak hanya out door saja tetapi ada kegiatan edukasinya juga. Kami pun menyanggupinya. Kami menghubungi pihak peternakan dan mereka setuju! Bagi kami ini adalah masukan yang bagus untuk promosi kami selanjutnya. Alhamdulillah beres semunya!
Satu minggu sebelum hari H, uang DP belum juga turun, kami semua bingung harus nyari modal dimana. Kami ini adalah tim yang baru berdiri, jadi bisa dibilang keuangan kami juga pas-pasan. Akhirnya, dengan susah payah kami mencari pinjaman, semua bisa dibilang beres.
Beberapa hari menjelang hari H, ada kabar buruk dari pihak peternakan. Ada surat dari pusat yang isinya bahwa peternakan akan igunakan pelatihan selama beberapa hari dan tepatnya di hari H, tempatnya masih digunakan. Astaghfirullah, kami pun bingung mencari alternative lain. Akhirnya selama tiga hari rekan kami terus survey Malang–Surabaya. Kami pun memutuskan untuk mengambil kunjungan di Bakpao Waloh di Malang. DP sudah di berikan, pihak sekolah sudah diinformasikan.
Kabar burukpun datang, ternyata pihak sekolah tidak bersedia berkunjung ke Bakpao Waloh. Alasannya tahun kemarin sekolah sudah mengunjunginya. H- 1 kami belum mendapat tempat untuk kunjungan. Akhirnya salah satu tim kami menghubungi partner kami yang ada di kawasan Batu. Kami semua sangat tertekan karena baru kali ini kami mendapat klien yang sangat ruwet. Bisa dibilang kami “kalang kabut”
Pada hari H kami pun masih kekurangan. Tim yang seharusnya berkumpul jam 5 telat sampai setengah jam dikarenakan banjir. Kami pun terlambat datang ke sekolah seharusnya berangkat jam 6 kami datang sekitar jam 7 kurang 15 menit. Saya pribadi merasa sangat takut kalo dimarahi oleh sekolah, mengingat pemilik sekolah adalah om saya sendiri dan kepala sekolahnya adalah adik kandung saya. Tetapi, ketakutan saya sirna karena ternyata pesrta dari sekolah masih banyak yang belum datang, sebagian sudah masuk kedalam Bus. Lega sekali, meskipun salah, saya tidak terlalu salah juga. Karena bus masih menunggu anak lain. Akhirnya sekitar jam 7 tepat kami semua berangkat bersama. Ditengah perjalanan si “Gapron” pun beraksi dengan lihainya memandu anak anak didalam bus sambil perkenalan dengan bahsa yang kocak, suasana pun terlihat sangat santai.
Di tempat out bond tepatnya di songgoriti kami pun memulai out bond dengan lancar. Meski ada kekurangan yaitu persiapan alat yang kurang, tetapi kami bisa mengatasinya dengan lancar. Hujan gerimis mengguyur kami, semakin lama, semakin deras. Anak anak kami suruh berteduh di Restoran dekat kolam renang. Sterlah hujan reda, kami pun melanjutkan out biond dengan lancar. Anak anak sangat ceria meski baju mereka kotor sekali terkena Lumpur basah. Setelah out bond selesai anak anak berenang di kolam dan makan siang bersama- sama. Perjalanan kami lanjutkan ke tempat kunjungan. Yaitu di tempat bonsai. Kami baru menemukan tempat kunjungan beberapa jam sebelum kunjungan dilaksanakan. Wow, sungguh kerja keras didalam tekanan. Alhamdulillah semua beres.
Tiba tiba masalah lain muncul yaitu koordinasi antara kami, pihak sekolah dan wali murid. Dari awal kami menginformasikan bahwa kunjungannya adalah ke wisata agro, tetapi wali murid mengira ke pasar agro. Dengan menyewa bus sendiri wali murid sudah menunggu disana. Pihak sekolah menanyakn kepada tim kami jawabannya tidak sama. Jadi akhirnya banyak komplain muncul.dan kami pun sangat tertekan pada waktu itu untuk menjelaskan. Salah satu wali murid bahkan menjemput paksa anaknya dengan menyuruh kami mengantar anaknya ke Selcta. Semua wali murid bingung, “katanya tidak jadi ke selecta sekarang kok menuju kesana” akhirnya adik saya harus menjelaskan semuanya ke wali murid dan komplainnya pun bisa diatasi. Tetapi ini menunujukkan bahwa tim kami kurang solid atau kompak. Masih nampak “kacau”. Bagaimanapun, semua sudah terjadi. Akhirnya kami pulang sekitar jam 3 siang dan sampai di Sidoarjo sekitar jam 6 sore.
Pelajaran yang dapat di ambil
1.         Hendaklah kita mempunyai plan B untuk persiapan jika plan A gagal.
2.         Di dalam sati tim harus jelas dulu informasinya seperti tempat, waktu dll.
3.         Tepat waktu, karena ini adalah pentyakit yang sulit disembuhkan!