Teaching English to Young Learners
Mengajar Anak Kecil dan Dewasa itu Tak Sama
Lakukan “Ho- Ho- Ho” dalam Pengajaran Bahasa Inggris pada Anak-Anak
Metode Mengajar Bahasa Inggris Sd PDF Tutorial
Humor dalam Pengajaran Bahasa Inggris
Teknik Pengjaran Bahasa Inggris Sd
bahasa inggris untuk anak anak
alat bantu belajar bahasa inggris untuk anak anak
cerita kecil
Sabtu, 21 Agustus 2010
Rabu, 11 Agustus 2010
CATATAN SETELAH WORKSHOP SEHARI DI UWM SURABAYA
CATATAN SETELAH WORKSHOP
Pada hari sabtu tanggal 7 agustus 2010 saya mengikuti workshop teaching English for young learners (TEYL) di Universitas widya Mandala (UWM) di jalan Dinoyo Surabaya. Disana pesertanya sekitar 50an orang.hal pertama yang ada dibenak saya adalah, “pelatihan ini pasti menarik, karena yang menyelenggarakan adalah salah satu kampus yang bonafit di Surabaya. Dan memang sangat menarik sekali bukan karena materinya yang up to date, tetapi juga snacknya yang enak.
Pada acara pembukaan kami diperkenalkan media pembelajaran IT yaitu perangkat computer, laptop, white screen dan proyektor. Hal yang mengesankan bagi saya adalah pertama kali ketika kami diputarkan video yang berisi English for children yang diperoleh dari you tube. Saya baru sadar bahwa media tersebut sebenarnya sangat dekat bahkan didepan mata tetapi saya tidak tahu dan tidak menyadarinya. Setelah pulang, malamnya saya langsung online dan, fantastic, subhanallah, banyak sekali video video yang bernmanfaat bagi anak anak bias di download dengan mudahnya. Video video tersebut bias didownload diblog ini.
Memang anak didik kita sekarang membutuhkan cara pengajaran baru yang up to date. Dalam hati kecil mereka saya yakin sekali bahwa suatu ketika mereka itu akan berontak karena bosan dengan situasi belajar yang begitu terus, monoton dan tidak kreatif, tidak ada motivasi dan inovasi dari gurunya. Sudah menjadi rahasia umum bahwa hampir sebagian besar guru di negeri kita masih buta tentang IT. Bukan karena miskin dan tidak mampu membeli IT, tetapi karena keinginan berubah itu sangat kecil. “walah gak usah aneh aneh dicari yang gampang aja” pemikiran yang maunya instant terus inilah yang menyebabkan mereka seakan asing dengan teknologi. Saya yakin dengan tuntutan zaman mereka akan terpaks abelajar karena memang mereka harus belajar dan terus belajar. Kan aneh kalo kita memarahi murid kita karena semalam tidak belajar, tetapi kita sendiri enggan untuk belajar dan mencoba ssesuatu yang baru.
Kembali ke workshop tadi, kami dibagi menjadi dua grup. Frup pertama belajar menggunakan media PUPPET yang dalam bahasa Indonesia artinya wayang atau boneka. Dalam menggunakan media puppet tersebut, guru dituntut untuk bias berekspresi dalam menggunakan puppet. Seperti ekspresi senang, sedih berbicara, tertawa dan sebagainya. Guru juga dituntut untuk bias berkomunikasi dengna Puppetnya tersebut atau dalam kata lain guru harus bias berkomunikasi dengan dirinya sendiri tetapi memrankan (monolog). Ketika nara sumber memberi kesempatan pertama untuk mencoba, saya adalah peserta pertama. Dan memang saya masih buth b anyak latihan untuk mengajar dengan puppet. Ini terbukti ketika saya masih kaku untuk berperan ganda sebagai guru dan puppet.
Delas yang kedua kami diperkenalkan dengan game game edukatif bahasa inggris untuk anak anak. Kami asik sekali bermain dan memang games tersebut sangat asik untuk anak anak merka akan senang sekali menggunakaanya dan secara tidak langsung mereka telah belajar bahasa Inggris. Anak sekarang akan menghabiskan waktunya selam berjam jam didepan computer atau video game. Jadi alangkah baiknya kalau kita bias menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan jiwa mereka, pasti kegiatan belajar mengajar makin seru dan inovatif. Inilah tantangan kita kedepan bapak ibu guru dan wali murid yang terhormat. Semoga bermanfaat!
Pada hari sabtu tanggal 7 agustus 2010 saya mengikuti workshop teaching English for young learners (TEYL) di Universitas widya Mandala (UWM) di jalan Dinoyo Surabaya. Disana pesertanya sekitar 50an orang.hal pertama yang ada dibenak saya adalah, “pelatihan ini pasti menarik, karena yang menyelenggarakan adalah salah satu kampus yang bonafit di Surabaya. Dan memang sangat menarik sekali bukan karena materinya yang up to date, tetapi juga snacknya yang enak.
Pada acara pembukaan kami diperkenalkan media pembelajaran IT yaitu perangkat computer, laptop, white screen dan proyektor. Hal yang mengesankan bagi saya adalah pertama kali ketika kami diputarkan video yang berisi English for children yang diperoleh dari you tube. Saya baru sadar bahwa media tersebut sebenarnya sangat dekat bahkan didepan mata tetapi saya tidak tahu dan tidak menyadarinya. Setelah pulang, malamnya saya langsung online dan, fantastic, subhanallah, banyak sekali video video yang bernmanfaat bagi anak anak bias di download dengan mudahnya. Video video tersebut bias didownload diblog ini.
Memang anak didik kita sekarang membutuhkan cara pengajaran baru yang up to date. Dalam hati kecil mereka saya yakin sekali bahwa suatu ketika mereka itu akan berontak karena bosan dengan situasi belajar yang begitu terus, monoton dan tidak kreatif, tidak ada motivasi dan inovasi dari gurunya. Sudah menjadi rahasia umum bahwa hampir sebagian besar guru di negeri kita masih buta tentang IT. Bukan karena miskin dan tidak mampu membeli IT, tetapi karena keinginan berubah itu sangat kecil. “walah gak usah aneh aneh dicari yang gampang aja” pemikiran yang maunya instant terus inilah yang menyebabkan mereka seakan asing dengan teknologi. Saya yakin dengan tuntutan zaman mereka akan terpaks abelajar karena memang mereka harus belajar dan terus belajar. Kan aneh kalo kita memarahi murid kita karena semalam tidak belajar, tetapi kita sendiri enggan untuk belajar dan mencoba ssesuatu yang baru.
Kembali ke workshop tadi, kami dibagi menjadi dua grup. Frup pertama belajar menggunakan media PUPPET yang dalam bahasa Indonesia artinya wayang atau boneka. Dalam menggunakan media puppet tersebut, guru dituntut untuk bias berekspresi dalam menggunakan puppet. Seperti ekspresi senang, sedih berbicara, tertawa dan sebagainya. Guru juga dituntut untuk bias berkomunikasi dengna Puppetnya tersebut atau dalam kata lain guru harus bias berkomunikasi dengan dirinya sendiri tetapi memrankan (monolog). Ketika nara sumber memberi kesempatan pertama untuk mencoba, saya adalah peserta pertama. Dan memang saya masih buth b anyak latihan untuk mengajar dengan puppet. Ini terbukti ketika saya masih kaku untuk berperan ganda sebagai guru dan puppet.
Delas yang kedua kami diperkenalkan dengan game game edukatif bahasa inggris untuk anak anak. Kami asik sekali bermain dan memang games tersebut sangat asik untuk anak anak merka akan senang sekali menggunakaanya dan secara tidak langsung mereka telah belajar bahasa Inggris. Anak sekarang akan menghabiskan waktunya selam berjam jam didepan computer atau video game. Jadi alangkah baiknya kalau kita bias menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan jiwa mereka, pasti kegiatan belajar mengajar makin seru dan inovatif. Inilah tantangan kita kedepan bapak ibu guru dan wali murid yang terhormat. Semoga bermanfaat!
Langganan:
Postingan (Atom)