Senin, 25 Oktober 2010
MEMBENTUK PERILAKU DISIPLIN BAGI GURU DAN MURID DI SEKOLAH
Setelah mendengar jawaban anak itu sayapun merenung dan berkata dalam hati ”ternyata kita terkadang salah menerapkan cara mendisiplinkan anak dilingkungan sekolah. Dia akan merasa tidak bersalah jika melihat teman dan orang lain melakukan hal yang sama walaupun peraturannya ada dan itu tidak diperbolehkan. Jangan slahkan anak jika dalam upaya kita mendisiplinkan mereka tanpa didimbangi dengan adanya contoh disiplin dari diri kita sendiri sebagai seoerang guru. Ketika bel masuk berbunyi dan gurunya masih dikantor, anak akan merasa pelajarna belum dimulai. Ketika guru diundang rapat atau seminar, walaupun sudah jam sepuluh tepat tetapi belum dimulai, grurupun akan merasa acaranya belum dimulai dan tidak harus masuk ruangan rapat atau seminar. Kebiasaan seperti itulah yang harus kita rubah sebagia seorang pendidik. Akan sangat munafik ketika kita memarahi anak yang terlambat, sebaliknya kita sendiripun sering tidak tepat waktu. Karena kebiasaan disiplin itu akan dibawa anak sampai dia dewasa. Kemudaian dia akan menerapkan kedisiplinan itu kepada anaknya dan seterusnya. Bayangkan berapa nilai investasi kebaikan yang sudah kita tanam. Karena ilmu yang kita warskan itu pahalanya bagai air sungai yang mengalir, taka akan hentinya sampai hari kiamat. Kalau berbicara tentang investasi kebaikan, sungguh tidak ada yang bisa mengalahkan guru yang menurunkan ilmu ilmunya kepada murid muridnya, Subhanallah.
PERHATIAN KEPADA ANAK ANAK
Saya masih ingat ketika mengikuti workshop tentan mengelola kelas yang baik oleh KPI (kualitapendidikan islam) Surabaya, si trainer bercerita tentang bagaimana ia perhatian kepadamuridnya. Tiap hari beliau datang paling awal kesekolah. Didepan gerbang beliau membawa sisir dan menyalami anak anak yang baru dating kemudian memperhatikan pakaian meraka yang kurang rapi, kemudian beliau menyisiri anak anak yang rambutnya tidak rapi. Subahanallah, betapa perhatian beliau kepada muridnya sampai hal hal yang biasa kita lupakan beliau perhatikan.
Selanjutnya saya mencoba mempraktekkan yang sudah beliau ajarkan dikelas saya. Luar biasa, anak anak satu persatu minta disisiri, “teacher, saya teacher!”. Ini menunjukkan betapa anak merasa diperhatikan dan disayangi oleh gurunya. Sehingga nantinya mereka akan lebih hormat dan taat kepada gurunya. Tanpa kita harus membentak atau mengomel “rambutmu itu kaya gak pernah mandi!”. Dan yang perlu kita ingat adalah perhatian kepada anak itu tidak mahal. Paling paling harga sisir itu Cuma Rp. 2000an. Perlakuan kita ini nantinya akan diingat oleh si anak selama hidupnya. Dia akan berccerita kepada orang tuanya bahwa ia telah disisiri oleh gurunya tadi.
MEMBUAT KESEPAKATAN DENGAN GURU DAN MURID
Ada cara yang efektif dalam membiasakan kedisiplinan di lingkungan sekolah. Misalnya kita harus membuat kesepakatan yang disetujui bersama antara murid dan guru, guru dan kepala sekolah dan antara guru dan guru.
• 2 menit sebelum bell masuk bapak ibu guru sudah berdiri di depan pintu kelasnya
• Batas maksimal keterlambatan adlah 5 menit
• Murid atau guru yang terlambat masuk dikenai sangsi yang sudah disepakati oleh seluruh guru dan siswa didalam kelas. Misalnya berdiri selama 10 menit.
• PR harus sudah selesai kalau dating ke sekolah. Kalau tidak dapat hukuman menghafalakan 2 surat pendek atau hukuman yang lain yang disepakati bersama
• Beri hadiah berupa tepuk tangan, pujian dll kepada anak yang sudah disiplin. Contoh, “kelas ini luar biasa, bersih muridnya rapid an semangat. Tepuk tangan untuk kalian semua”
• Guru harus adil dalam bersikap, siapapun yang melanggar, termasuk gurunya, harus diberi sangsi yang sama
Bila waktu membaca bersama ada anak yang sangat bersemangat, beri pujian, dan pujiannya harus jelas. Seperti “ karena budi sangat bersemangat hari ini, maka saya beri hadiah untuk mengerjakan soal nomer satu”. Saya yakin teman temannya akan terkesan dan mereka pasti ingin seperti Budi. Bentuk pujian haruslah jelas. Jangan hanya “bagus, Budi” apanya yang bagus. Hal ini ke;ihatan sepele, tetapi dampaknya akan diingat anak seumur hidupnya. Setelah pulang, si anak itu akan bercerita kepada orang tuanya. “ayah, ibu , pakguru bilang aku tadi disekolah membacanya sangat semangat dan diberi hadiah oleh pak guru untuk mengerjakan soal nomer satu dan aku bisa”. Apakah perlakuan semacam ini mahal? Kita tidak perlu memberi hadiah berupa materi karena nanti akan membentuk matrealistis kepada anak. Si anak akan mengerjakan tugas mungkon hanya karena iming iming jajan dari gurunya. Karena kalau yang lain tidak diberi, si anak akan mrasa pak guru ini tidak adil dan mereka mungkin akan “nesu”.
Jadi membentuk perilaku anak bukan hanya dengan berbicara keras, memarahi, menghukum tetapi harus diciptakan kondisi yang adil dan masuk akal dilingkungan mereka. Dan yang lebih penting lagi guru hars menjadi model yang baik sebelum menyuruh anak untuk disiplin. Nantinnya dengan sendirinya perilaku anak ini akan berubah menjadi disiplin, bertanggung jawab yang akan diterapkan disekolah, dirumah dan di masyarakat. Subanallah, pahala akan selalu bertambah dan bertambah kalau kita sudah berusaha mewujudkannya.
TATA TERTIB MENGIKUTI PELAJARAN
“Pak nomer satu apa pak?” belum saya menjawab anak lain bertanya “pak nomer dua apa nomer tiga apa?” dan seterusnya. Suasana kelas menjadi kacau an ribut. Setelah saya tenangkan sebentar, saya melihat anak masih “kumus kumus” bajunya tidak dimasukkan, sampah berserakan dan ingin sekali saya berteriak. Tetapi apakah berteriak itu akan mengubah perilaku mereka? Mungkin mereka akan diam, tetapi hanya sesaat. Bagaimana caranya menjadikan kelas yang tenang, rapid an bersuh tanpa harus menyuruh, membentak dan memarahi? Mungkin, saya bisa sedikit membantu.
Saya membuat peraturan yang sangat sederhana tetapi disepakati oleh seluruh siswa. Sebelum saya mulai pelajaran saya menuliskannya di papan yaitu:
1. periksa baju kalian semua. Seluruh siswa memriksa bajunya, dan saya berkata lagi”siapa yang sudah rapi?” semua bilang “saya pak” “anak anak, tidak usah dijawab dilihat saja baju kalian sendiri dan lihat punya temanmu”semua terdiam dan memeriksa bajunya dan baju temannya. Setelah beberapa saat semua duduk dengan rapi. Wah, semuanya sudah rapi, bagus sekali. Karena kalian semua sudah rajin, tepuk tangan untuk kalian semua!
2. periksa kebersihan badan dan kelas!. Lihat kuku, rambut tangan, apakah masih ada kotoran? Sekali lagi tidak usah dijawab, dilihat saja. Sambil membawa sisir saya menyisiri rambut anak anak yang belum rapi. Kita juga bisa membawa pemotong kuku untuk memeriksa kuku anak anak. Anak anakpun memeriksa semuanya. “Wah saya sudah rapi kamu belum rambutmu belum rapi, kamu keringetan” mereka berkata sambil berbisik bisik dengan temannya. “Coba anak anak lihat bawah bangkumu! Kalau masih ada sampah, enaknya bagaimana?” mereka pun asik memeriksa dan memunguti sampah yang ada dibawah bangkunya. Karena kelas kalian sudah bersih tepuk tangan untuk kalian semua!.
3. Kalau teacher berbicara, kalian semua mendengarkan!. Deal? Semua menjawab”deal”. Setelah itu ada anak yang lagi asik mengobrol dengan temannya. Sayapun berkata” boby, apakah kamu bisa membaca peraturan no 3” diapun menjawab “bisa pak” “bisa mendengarkan teacher?” “siap pak” dan situasipun terkendali. “murid muridku yang sudah rajin, karena kalian sekarang sudah rajin tepul tangan untuk kalian semua!
4. kalau bertanya, angkat tangannya dan mulutnya diam! Kok diam pak? Maksudnya angkat tangan dulu baru teacher menunjuk siapa yang bertanya duluan. ada anak namanya frisca, dia mengangkat tangan, saya bilang, “ada apa frisca?” “ Teacher saya mau ketoilet!” oh ya silahkan. Are we deal? Semua menjawab “deal”.
5. On time, maksudnya apa teacher? On time itu kalau saya bilang tugasnya harus diselesaikan dalam 15 menit, ya harus selesai. Atau kalau mencatat harus selesai dalam sepuluh menit semua harus sudah selesai. Usahakan beri pujian untuk si anak yang selesai duluan. misalnya, Bagas, kamu luar biasa hari ini! Kamucepat sekali menulisnya. Karena bagas selesai duluan, saya beri hadiah membaca komik yang disukainya.
Sebagai penutup saya ingin mengingatkan lagi bahwa anak akan meniru sesuatu yang ia dengar, lihat dan rasakan. Kalau kita memperlakukan mereka dengan kasih saying dan disiplin, merekapun akan menyayangi dan disiplin. Yang paling penting lagi adalah komitmen kita untuk selalu istiqomah dalam menerapkan kedisiplina dilingkungan sekolah. Semoga bermanfaat!
Jumat, 22 Oktober 2010
LET’S LOVE AND CARE OUR CHILDREN
Dan orang orang yang berkata: “ya tuhan kami, anugrahkanlah kepadakami istri istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang orang yang bertakwa. (Q S 25 :74)
“ya tuhanku, tunjuklah aku untuk mensyukuri nikmat engkau yang telah engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shalehyang engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi) kebaikan kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang orang yang berserah diri. ( Q S 46 : 15 )
10 MACAM PERLAKUAN YANG MEMPENGARUHI PERILAKU ANAK
Dorothy law Nolte pernah mengatakan bahwa anak belajar dari lingkungannya. Lengkapnya adalah:
1. Jika anak dibesarkan dengan celaan, Ia belajar memaki.
2. Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi.
3. Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri.
4. Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia belajar menyesali diri.
5. Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri.
6. Jika anak dibesarkan dengan pujian ia belajar menghargai.
7. Jika anak dibesarkan dengan sebaik baik perlakuan, ia belajar keadilan.
8. Jika anak dibesarkan dengan rasa aman ia belajar menaruh kepercayaan.
9. Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri.
10.Jika anak dibesarkan dengan kasih saying dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.
PERBEDAAN SIKAP ANAK PEREMPUAN DAN ANAK LAKI LAKI
ANAK PEREMPUAN
• Ketika anak permpuan diam, berjuta juta hal dalam pikirannya
• Ketika anak permepuan tidak membantah, dia berfikit sangat dalam
• Ketika anak perempuan memandang dengan mata penuh Tanya, dia ingin tahu berapa lama kita akan menemani
• Ketika anak perempuan menjawab “saya baik baik saja”, setelah beberapa saat, tidaklah semua baik baik saja.
• Ketika anak permepuan memandang kita dengan tajam, dia ingin tahu kenapa kita berbohong
• Ketika anak perempuan bersandar didada, dia berharap kita menjadi miliknya selamanya
ANAK LAKI LAKI
• Ketika anak laki laki diam, dia tidak punya sesuatu yang ingin dikatakan
• Ketika anak laki laki membantah, dia dalam kondisi yang tidak ingin membantah
• Ketika anak laki laki memandang dengan penuh Tanya, dia benar benar sedang kebingungan
• Ketika anak laki laki menjawab “saya baik baik saja” setelah beberapa saat, semuanya akan baik baik saja
• Ketika anak laki laki memandang dengan tajam, dia sedang heran atau marah
• Ketika anak laki laki bersandar dipangkuan, dia ingin kita menjadi miliknya selamanya
Created by TEACHER YAZID. Adopted from PSIKOLOGI ANAK DAN PENDIDIKAN, sebuah kumpulan artikel dan seb yang dirangkup oleh Zainul Muttaqien
Sabtu, 16 Oktober 2010
KISI KISI UTS DAN UAS, SUDAHKAH DIBUAT?
banyak orang tua dan guru yang mengeluh tentang hasil ulangan anaknya. Mereka menganggap UTS dan UAS adalah representasi dari hasil belajarnya. Secara teori memang benar bahwa UTS dan UAS adalah salah satu system evaluasi belajar siswa. Tapi banyak prakteknya yang tidak mencerminkan representasi dari system evaluasi tersebut.
Masih banyak UPTD yang tidak membuat kisi kisi penyusunan UTS dan UAS. Biasanya para guru hanya ditunjuk untuk menulis soal tanpa ada koordinasi dari guru mapel atau guru kelas di kecamatan tersebut. Hal inilah yang menyebabkan banyaknya komplain ketika soal sudah dibagi ke siswa dan banyak siswa yang kesulitan untuk menjawab karena merasa belum pernah diajari gurunya. Atau mungkin materinya belum sampai ke bab tersebut. Jadi janganlah UTS dan UAS itu menjadi momok yang menakutkan bagi siswa. Marilah kita buat sedetail mungkin apa yang akan diujikan untuk UTS dan UAS tersebut.
PERAN KKG
Di setiap kecamatan sudah dibentuk KKG di bawah pengawasan K3S. dalam forum yang sangat strategis tersebut seharusnya bisa dirumuskan program untuk membuat kisi kisi UTS dan UAS. Karena disitu lah para guru kelas dan Mapel berkumpul. Dalam forum itu juga bisa didiskusikan batasan batasan materi untuk UTS dan UAS. Kemudian dibentuklah tim perumus kisi kisi dan tim penulis soal tiap kelas dan mapel.Dari hasil kerja tersebut selanjutnya dievaluasi oleh tim evaluator dari masing masing ketua dan Pembina KKG atau K3S sesuai kesepakatan dan kebutuhan forum. Kalau sudah dibuat system seperti itu sayan yakin tidak akan ada komplain lagi dari guru dan siswa tidak akan merasa kesulitan mengerjakan soal karena semua gruru sudah persiapan dan tahu batasan materi yang akan diujikan. Alangkah ruginya kalau kegiatannya hanya sekedar berkumpul, penyuluhan, halal bi halal dll tanpa ada hasil yang signifikan yang bisa dirasakan langsung manfaatnya untuk anak anak.
Sebenarnya membuat kisi kisi bukanlah hal yang sulit untuk dikerjakan. Semua guru telah membuat program dari setandar isi dan setandar kompetensi, kita hanya merumuskan bentuk dan model soal baik pilihan ganda, isian maupun uraian. Para guru bisa mencontoh dari kisi kisi ujian kelas 6 untuk di praktekkan di semua kelas. Kalau sudah tinggal membuat soalnya dan diujicobakan ke anak anak.
Dalam prakteknya mungkin hanya beberapa UPTD yang sudah mempraktekkan membuat kisi kisi UTS dan UAS. Bayangkan membuat ujian tanpa adanya kisi kisi akan jadi apa model pendidika kita. Jangan salah jika sampai ada soal yang kecolongan dengan kata kata ‘jorok”, karena si pembuat soal tersebut tiak mempunyai pegangan untuk dijadikan acua pembuatan soal. Kalau sudah begini yang rugi adalah anak didik kita, karena mereka merasa kesulitan dalam mengerjakan soal dikarenakan hal yang sebenarnya sepele yaitu tanpa adanya kisi kisi yang jelas dan bisa diterima semua guru.
KKG BAHASA INGGRIS DI KECAMATAN BUBUTAN SURABAYA
Kabar gembira datang dari UPTD kecamatan bubutan Surabaya. Di sini, penyusunan naskah UTS dan UAS sudah ada kisi kisinya dan dibagikan jauh jauh hari sebelum pelaksanaan UTS dan UAS. Memang disini KKGnya sudah menghasilkan suatu produk yaitu kisi kisi UTS dan UAS. Dalam pelaksanaan penyusunan kisi kisi semua guru anggota KKG diundang dan dilibatkan untuk bekerja sama, menentukan batsan batasan setandar isi dan standar kompetensi yang akan diujikan kepada siswa. Setelah itu diambil perwakilan guru untuk membuat soal sesuai kisi kisi UTS dan UAS yang sudah dibuat. Dalam forum KKG Bahasa Inggris terdapat program pembinaan, pembuatan silabus, RPP, metode pengajaran dan system evaluasi. Jadi suasana KKG tidak hanya formalitas berkumpul tetapi sudah menghasilkan produk.
Saya sendiri mengajar bahasa Inggris di dua sekolah dan di kecamatan yang berbeda. Di kecamatan satunya saya tidak menjumpai kisi kisi yang seharusnya menjadi pedoman UTS dan UAS. Bahkan KKG Bahasa Inggris pun tidak dibentuk. Ini seharusnya menjadi tanggung jawab K3S untuk mengusulkan KKG ke cabang dinas. Karena kalau tidak, ini sama halnya menganak tirikan pelajaran bahas Inggris di SD karena sudah mendapat jam dan ada administrasi yang harus dikerjakan bahkan ada UTS dan UAS. sebenarnya dana alokasi untuk KKG itu ada dan harus dimanfaatkan. Memang untuk memulai sesuatu itu bukanlah perkara yang mudah, diperlukan komitmen dan kerja keras dari masing masing pihak.
KELAS 1, 2 dan 3 PERLUKAH UTS DAN UAS?
Untuk kelas kecil UTS dan UAS memang perlu tetapi untuk soalnya sesuai kebijakan K3S. artinya jika dibuat oleh kecamatan maka harus ada kisi kisinya. Tetapi jika kebijakannya dibuat oleh sekolah maka gurunya sendiri boleh membuat soalnya dengan persetujuan kepala sekolah. Jadi kalau system ini dijalankan dengan sungguh sungguh saya yakin nanti akan berkurang komplain tentang model soal UTS dan UAS. Karena apapun bentuk evaluasinya, kalau dibuat untuk banyak orang harus ada pedoman penulisan dan batasan batasan materinya.
BAGAIMANA KALAU SUDAH TERLANJUR TIDAK ADA KISI KISINYA?
Kalaupun sudah terlanjur dijalankan tanpa aada kisi kisinya, maka gurulah yang punya hak untuk menjelaskan soal tersebut atau kalau perlu guru boleh membuat soal sendiri dengan nama soal UTS sesuai materi yang sudah diberikan kepada siswanya. Karena bagiamanpun juga durulah yang paling faham tentang keadaan murid muridnya. Jadi sekali lagi, jika tidak ada kisi kisinya, hasil nilai UTS dan UAS bukanlah hasil akhir. Karena kita tahu dalam bahasa Inggris pengucapan, kata dan susunan kalimatnya tidak sama dengan bahasa Indonesia. Jika beda satu huruf saja artinya sudah berbeda. Kalau soal IPS, PKN anak masih bisa menalar untuk memahami maksudnya, tetapi kalau bahasa Iggris beda kata saja anak sudah tidak mengerti. Maka dari itu sekali guru yang lebih tahu tentang kondisi muridnya bukan orang lain.
Senin, 27 September 2010
PERAN GURU BAHASA INGGRIS DAN ORANG TUA BAGI PEMELAJAR BELIA
Oleh:Joeni Ratnawati
The younger you are, the easier it seems to be to learn a language. [Fromkin et al, 1990:369]
Latar
Kegiatan belajar dan mengajar bahasa Inggris dalam komunitas persekolahan di negeri kita hampir senantiasa menjadi bahan perbincangan dan kajian yang signifikan oleh para peminat pendidikan bahasa asing ini. Salah satu kegiatan edukasional itu adalah pengajaran bahasa Inggris untuk pemelajar belia (PBIPB), yang preferensi penginggrisannya secara lazim adalah Teaching English for Young Learners (TEYL). Berkenaan dengan perkara ini, sebagian ahli (pengajaran) bahasa menyokong pandangan bahwa pemelajar usia belia lebih mudah mempelajari dan lebih cepat memperoleh bahasa Inggris tanpa banyak kesulitan. Secara neurologis, hal ini juga bisa bermakna bahwa pemelajar usia belia, yang merentang dari usia 6 hingga 10 tahun, memiliki daya pikir atau otak yang masih fleksibel dan elastis. Dengan demikian, penyerapan bahasanya menjadi lebih lancar dan mudah karena daya serap pemelajar seusia itu berfungsi secara otomatis. Namun, ada faktor dan pemangku kepentingan (stakeholder) lain yang memengaruhi kelebihlancaran dan kelebihmudahan pemelajar belia untuk memperoleh bahasa Inggrisnya, yakni materi ajar, orang tua, dan guru. Secara strategis, guru sungguh memainkan peran penting dalam mengajarkan bahasa Inggris kepada pemelajar belia. Pertanyaannya, bagaimana sepatutnya guru memainkan peran itu? Bagaimana pula orang tua mengambil langkah dalam hal ini? Tulisan ini menjawab kedua pertanyaan itu sekaligus merefleksikan pengalaman yang hendak penulis kongsi (share) dengan pembaca, peminat atau praktisi PBIPB.
Peran Guru Bahasa Inggris
Pada dasarnya dapat dikatakan bahwa kegiatan mengajar bahasa Inggris kepada pemelajar belia bukanlah perkara yang gampang. Dinyatakan demikian karena seorang pemelajar belia tidak pernah merasakan perlu dan pentingnya bahasa itu. Untuk itu, peran berikut ini kiranya bisa dimainkan oleh guru.
1. Kegemaran Mengajar
Bagi seorang guru bahasa Inggris untuk pemelajar belia, memiliki kecintaan kepada bahasa Inggris, kegemaran dan ketertarikan mengajar bahasa, dan kesenangan terhadap dunia kebeliaan adalah perkara yang tidak bisa dinihilkan. Ketiganya menjadi prasyarat psikologis baginya. Dinyatakan demikian karena dalam hal ini guru tidak hanya mengajar, tetapi juga mengurus dan mengasuh pemelajar belia. Singkatnya, ia mesti menjadi pecinta bahasa Inggris, penggemar pengajaran bahasa, dan pehobi dunia kebeliaan.
2. Personalitas
Secara personal, guru sepatutnya memiliki kepribadian yang menyenangkan (lovely personality), minda yang berdaya cipta (creative mind), daya ingat yang kuat, perilaku kebapakan atau keibuan, dan rasa tanggung jawab dan tugas. Sering bermurah senyum sepanjang masa, kaya dengan cerita pendek, lelucon, dan teka-teki pada dirinya, dan memperlakukan pemelajar sebaik memperlakukan anaknya sendiri merupakan cara terbaik. Dengan demikian, pemelajar merasa dikasihsayangi.
3. Kedayakhayalan, Kedayaciptaan, dan Kedayatemuan
Ada baiknya guru menjadi sosok yang berdaya khayal (imaginative) dan berdaya cipta (creative) dengan cara memainkan berbagai peran tatkala mengajar. Sekadar contoh, ia bisa memperkenalkan permainan (game) tatkala masuk ke ruang kelas dan menyapa “Hello boys”, “Stand up”. I am standing up. How are you learners? “Fine, thank you.” Teacher “thank you, sit down”. Semua ini bisa menarik pemelajar, yang bisa mereka tiru dan lakukan sebagaimana gurunya. Selanjutnya, guru bisa memilih salah satu pemelajar untuk memraktikkannya, dengan menyuruhnya keluar dari ruang kelas, kemudian mengijinkannya masuk kembali dengan menyapa teman-temannya. Pemelajar lainnya akan merasa ingin sekali mencoba dan melakukannya. Seorang guru yang berdaya cipta tentu bisa menggunakan apa pun di sekitarnya di dalam kelas tatkala mengajar. Guru juga perlu berdaya temu (innovative) supaya ia bisa menciptakan situasi yang alami, yang pemelajar bisa merespon dengan mudah dan sederhana. Perkara ini mempraanggapkan bahwa guru semestinya memiliki daya ingat yang baik sehingga ia bisa mengingat kembali situasi serupa dengan mudah.
4. Model Peran
Guru menjadikan dirinya sebagai model peran bagi pemelajar, karena penggunaan bahasanya akan ditiru oleh pemelajar. Untuk itu, peniruan (imitations) dan ujaran (utterances) pola-pola kebahasaan bisa membuat pemelajar merasa berhasil dan percaya diri. Bagaimanapun, pemelajar belia adalah yang terbaik dalam hal meniru (best imitator).
5. Dramatisasi
Sebagian praktisi PBIPB berpandangan bahwa pemelajar belia memperlajari bahasanya secara kooperatif dan kolaboratif dengan teman sejawatnya. Untuk itu, kiranya guru bisa menggunakan permainan sosio-dramatis sebagai teknik pengajarannya. Melalui kegiatan permainan (games) dan pendramatisasian situasi, guru bisa memberi kesempatan kepada pemelajar untuk menggunakan bahasa secara fasih tanpa merasa frustasi.
6. Motivasi
Slogan yang sepatutnya dimiliki oleh guru untuk pemelajar adalah “Besarkan hatinya dan berikan pujian padanya.” Tujuan akhir sepanjang pemelajarannya adalah menjaga supaya pemelajar senantiasa memiliki motivasi yang tinggi. Secara teknis sebagai gambaran konkret, guru bisa menggunakan cerita atau kisah dalam pengajarannya. Buku seperti A Story A Day kiranya dapat digunakan sebagai salah satu acuan, dengan adaptasi secara kontekstual.
7. Pelatihan Bahasa Inggris
Guru pun perlu mengikuti pelatihan mengajar bahasa Inggris untuk pemelajar belia. Dunia kebeliaan adalah dunia yang unik. Usia belia bukanlah usia yang kita praanggapkan setakat ini bahwa ia mencakupi pemelajar yang datang ke ruang kelas dengan tangan dan minda yang kosong (empty vessel) sehingga ia perlu diisi oleh guru. Untuk itu, diperlukan ancangan dan teknik pengajaran yang sesuai dengan usia itu. Selain metode pengajaran, minimal, dari pelatihan itu diperoleh gambaran global tentang PBIPB, pengetahuan deskriptif tentang dunia kebeliaan, karakteristik pemelajar belia secara generik, dan strategi mengidentifikasi karakteristik itu, yang mencakupi seperti apa mereka, apa yang mereka suka, dan apa yang membedakannya dari pemelajar dewasa. Karakteristik yang lengket pada pemelajar belia itu misalnya adalah bahwa pemelajar belia sudah memiliki seperangkat naluri, kemahiran, dan karakteristik yang akan membantunya belajar bahasa Inggris, seperti kesiapsediaan daya khayal yang ia miliki, kegembiraannya menemukan dan menciptakan sesuatu yang lucu, kesangatmahirannya memakai keterbatasan bahasa yang ia miliki secara kreatif, bagusnya daya tafsir terhadap makna tanpa perlu memahami kata demi kata. Dan, yang lebih penting, pemelajar belia merasa senang sekali berbicara (delight in talking). Dengan latar pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan itu, paling tidak guru bisa memikirkan ancangan strategis untuk memintarkan pemelajar belia (di bawah asuhannya).
Peran Orang Tua
Bahasa Inggris yang diajarkan di dalam kelas relatif dikatakan belum mencukupi kebutuhan pemelajar belia untuk menjadikannya penutur yang kompeten di dunia nyata. Untuk itu, penggunaan bahasa Inggris di luar kelas, dalam hal ini dalam ranah keluarga, menjadi sebuah keniscayaan. Dalam konteks inilah, peran orang tua begitu penting untuk dimainkan. Hal ini bermakna bahwa sokongan yang diberikan dan masa yang diluangkan orang tua di rumah cukup membantu memintarkan anaknya sebagai pemelajar belia. Sokongan itu dapat berupa fasilitas bahan cetak dan elektronik. Sebagai contoh, buku seperti Barney and BJ beserta semua varian aktivitasnya (Going to the Fair, Going to the Dentist, Going to the Library, Going to the Police Station, Going to the Doctor, Going to the Fire Station, Going to the Farm, Going to the Zoo, Going to the Pet Shop, Going to the Grocery Store, Going to School) kiranya dapat digunakan. Sementara itu, untuk media elektronik, orang tua bisa mendedahkan (expose) anaknya pada televisi. Dengan demikian, anak akan lebih mudah memperoleh bahasa Inggrisnya manakala ia lebih banyak terdedah pada bahasa di rumah dan kebiasaan memakainya.
Selain itu, orang tua bisa mengajari anaknya di rumah dengan memberikan kosa kata keseharian dan lazim, yang begitu dekat dengan mereka. Sekadar contoh sebagai gambaran konkret, orang tua bisa mengajak anaknya berbicara, menirukan, dan menjelaskan perihal ungkapan-ungkapan sederhana bahasa Inggris dalam konteks keindonesiaan, seperti What is your name?, How old are you?, Where do you live? Sementara itu, kosa kata yang berdimensi persekitaran rumah bisa juga diajarkan secara prosesif dan kumulatif, misalnya door, window, wall, lamp, desk, table.
Penutup
Pada dasarnya dapat dikatakan bahwa keberhasilan atau kegagalan guru bahasa Inggris bagi pemelajar belia akan banyak bergantung pada strategi bagaimana dia berusaha membuat bahasa Inggris menarik bagi pemelajar. Sudah semestinya ia mengadopsi dan mengadaptasi metode dan teknik pengajaran yang mutakhir dan modern yang bisa menarik perhatian pemelajar dan memberi elan (spirit) kepada pemelajar belia untuk menggunakan bahasa Inggris dalam aneka situasi. Peran orang tua pun tidak bisa dinafikan. Singkat kata, peran guru dan orang tua begitu saling mengisi demi keberhasilan pemelajar belia memperoleh bahasa Inggrisnya. Gambaran mudahnya, guru menjadi orang tua pertama di kelas dan orang tua menjadi guru kedua di rumah.
Sebagai penutup, masih tersisa isu dan perkara pelik tentang PBIPB yang bisa diangkat dan dibincangkan. Bagaimana guru menyikapi, baik secara pedagogis maupun metodologis, pemelajar belia dengan heterogenitas usia? Pemelajar belia yang berusia 6 tahun tentu berbeda dengan yang berusia 9 tahun, bukan? Bagaimana pula konteks memainkan peran? Boleh jadi, karakteristik pemelajar belia yang terbentang dalam tulisan ini sungguh berbeda dengan karakteristik pemelajar belia yang Anda jumpai.
Posted by Saepudin at 9:29 PM
Labels: Peran Guru dan Orang Tua
http://wahanaajaran.blogspot.com/2009/12/peran-guru-bahasa-inggris-dan-orang-tua.html
Minggu, 26 September 2010
MENGAKARABKAN DIRI DENGAN ANAK KITA
Fenomena tersebut bukanlah hal yang aneh. Karena semakin luasnya wilayah social anak semakin banyak dan beragam obyek yang disenangi anak dan obyek tersebut tidak selalu berasl dari orang tua. Biasanya berasal dari teman, media dan banyak lagi sesuai dengan perkembangan informasi yang dimilikinya. Maka, seorang anak biasanya tidak mau diperlakukan lagi seperti anak kecil karena umumnya mereka sudah merasa bisa mengurus dirinya sendiri (psikologi perkembangan)
Sebaliknyua disisi lain, seluruh perkembangan anak itu biasanya tidak diikuti oleh perubahan orang tua. Bahkan secara tidak sadar orang tua berusaha untuk mempertahankan otoritasnya. Banyak orang tua yang berpikir bahwa ketergantungan anak pada orang tua itu selama mungkin.
“semakin renggang bukanlah hal yang luar biasa. Namun bukan berarti kita membiarkan hubungan kita semakin renggang” (miftahul jinan). Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk membangun kembali hubungan dan keakraban kita dengan putra putri kita, diantaranya:
1. bermain dan bercanda dengan anak
Kebutuhan ubtuk bermain dan bercanda tidak hanya dilakukan ketika anak masih kecil. Bahkan anak remaja masih perlu untuk kita ajak bermain dan bercanda. Tetapi bercandanya harus berbeda dengan anak kecil. Kita bisa mengajak anak kita berkemah, memancing dan bahkan nonton sepak bola. Ini akan lebih mengakrabkan kit adari pada hanya membiarkan mereka melakukan kegiatan dengan teman temannya saja. Umar bin Khattab ra berkata, “hendaklah seseorang ketika berada ditengah keluarganya seperti anak kecil yang masih suka bermain dan bercanda. Tapi jika tersentuh kehormatannya, ia akan menjadi lelaki sejati”
2. memberi kecupan, perhatian dan kasih sayang
Anak yang selalu kita beri kecupan setiap mereka berpisah dengan kita, lebih besar kemungkinan untuk terbebas dari pengaruh negative. Kecupan dikening melahirkan ikatan yang kuat, mewujudkan perhatian dan menumbuhkan kasih sayang. Banyak orang tua merasa geli ketika memeluk dan mengecup anaknya. Fenomena ini haruslah kita rubah untuk menjadi orang tua yang baik. Kalau kita melihat film barat para orang tua sering sekali memeluk dan mencium anaknya ketika senang atau sedih. Jadi in bukanlah hal yang susah untuk dilakukan dan jangan malu untuk mencoba.
3. berdialog dan berbagi dengan anak
Dialog yang baik dan sharing yang efektif akan meningkatkan secara segnifikan kepercayaan diri anak.seseorang yang sering diajak dialog dan sharing orang tua akan merasakan keberadaannya sangatlah bermakna bagi jiwa sosialnya. Jangan sampai orang tua hanya memerintah, meimilh sekolah, menentukan jurusan anak ketika kuliah tanpa mendiskusikan dengan anak anaknya. “kamu mau jadi apa kalau memilih jurusan itu” inilah kalimat yang biasa diucapkan orang tua terhadap anaknya. Kalau memang orang tua tidak setuju bisa berdialog secara logis dengan anaknya. Lebih baik bertanya seperti ini “ apa rencana kamu dengan memilih jurusan itu?” atau “bagaimana kamu merencanakan masa depanmu dengan meimilih jurusan itu” atau juga apa manfaatnya bagi kamu dengan memilih jurusan itu”. Perlu diingat bahwa semua ilmu itu ada manfaatnya biarkan anak mengembangkan ilmu yang diminatinya.
4. memberikan hadiah pujian dan penghargaan kepada anak
Rasulullah SAW bersabda, ”saling memberi hadiahlah, maka kalian akan saling mencintai”
Kalau anak anda berprestasi jangan lupa memberi pujian dan hadiah. Dan jangan lupa anda harus secara terang terangan dalam memberikannya. “hadiah ini aku berikan karena kamu memang berprestasi” atau “selamat ya, ini hadiah dari ayah, ayah bangga padamu. Nanti kamu harus lebih baik dari ini”. Kalimat kalimat pujian tersebut akan memacu motivasi anak untuk berkembang. Dia akan merasa orang tuanya sangat menyayanginya lebih dari teman temannya. Jangan sampai anak merasa bahwa teman temannya lebih menyayanginya dari pada orang tuanya.
5. menggunakan respon dan menghindari reaksi
Reaksi adalah tindakan yang didasari dari pemikiran pertama saat melihat perilaku positif dan negative anak. Respon adalah tindakan yang didasari pemikiran mendalam dengan melihat sebab dan akibat terhadap perilaku diatas. Biasanya orang tua hanya bereaksi seperti ”kamu ini gimana sih gitu aja gak bisa, bikin malu aja”. Bayangkan betapa sakit hati anak kita kalau mendengar kata kata tersebut. Sebaiknya kita memberikan respon seperti ”setelah semuanya selesai apa rencana kamu?” hal ini akan memberi ruang kepada anak untuk berpikir dan mencari ja;an keluar terhadap kegagalannya.
6. lebih banyak mendengar dari pada berbicara
Saat anak bereksplorasi dengan lingkungan baru dengan nialai nilai yang seringkali berbeda. Sebenarnya mereka mempunyai pertanyaan pertanyaan dalam benak. Jika orang tua mampu merangsang merka untuk menyampaikan kepada kita tanpa rasa takut, kita akan mempunyai kesempatan untuk membangun pola pikir yang baik. Pastikan kita lebih banyak mendengar dan membiarkan anak berkata tanpa rasa takut dan malu. (dikutip dari Miftahul Jinan, majalah Al Falah)
Sabtu, 21 Agustus 2010
PERAN GURU BAHASA INGGRIS DAN ORANG TUA BAGI PEMELAJAR BELIA
Mengajar Anak Kecil dan Dewasa itu Tak Sama
Lakukan “Ho- Ho- Ho” dalam Pengajaran Bahasa Inggris pada Anak-Anak
Metode Mengajar Bahasa Inggris Sd PDF Tutorial
Humor dalam Pengajaran Bahasa Inggris
Teknik Pengjaran Bahasa Inggris Sd
bahasa inggris untuk anak anak
alat bantu belajar bahasa inggris untuk anak anak
cerita kecil
Rabu, 11 Agustus 2010
CATATAN SETELAH WORKSHOP SEHARI DI UWM SURABAYA
Pada hari sabtu tanggal 7 agustus 2010 saya mengikuti workshop teaching English for young learners (TEYL) di Universitas widya Mandala (UWM) di jalan Dinoyo Surabaya. Disana pesertanya sekitar 50an orang.hal pertama yang ada dibenak saya adalah, “pelatihan ini pasti menarik, karena yang menyelenggarakan adalah salah satu kampus yang bonafit di Surabaya. Dan memang sangat menarik sekali bukan karena materinya yang up to date, tetapi juga snacknya yang enak.
Pada acara pembukaan kami diperkenalkan media pembelajaran IT yaitu perangkat computer, laptop, white screen dan proyektor. Hal yang mengesankan bagi saya adalah pertama kali ketika kami diputarkan video yang berisi English for children yang diperoleh dari you tube. Saya baru sadar bahwa media tersebut sebenarnya sangat dekat bahkan didepan mata tetapi saya tidak tahu dan tidak menyadarinya. Setelah pulang, malamnya saya langsung online dan, fantastic, subhanallah, banyak sekali video video yang bernmanfaat bagi anak anak bias di download dengan mudahnya. Video video tersebut bias didownload diblog ini.
Memang anak didik kita sekarang membutuhkan cara pengajaran baru yang up to date. Dalam hati kecil mereka saya yakin sekali bahwa suatu ketika mereka itu akan berontak karena bosan dengan situasi belajar yang begitu terus, monoton dan tidak kreatif, tidak ada motivasi dan inovasi dari gurunya. Sudah menjadi rahasia umum bahwa hampir sebagian besar guru di negeri kita masih buta tentang IT. Bukan karena miskin dan tidak mampu membeli IT, tetapi karena keinginan berubah itu sangat kecil. “walah gak usah aneh aneh dicari yang gampang aja” pemikiran yang maunya instant terus inilah yang menyebabkan mereka seakan asing dengan teknologi. Saya yakin dengan tuntutan zaman mereka akan terpaks abelajar karena memang mereka harus belajar dan terus belajar. Kan aneh kalo kita memarahi murid kita karena semalam tidak belajar, tetapi kita sendiri enggan untuk belajar dan mencoba ssesuatu yang baru.
Kembali ke workshop tadi, kami dibagi menjadi dua grup. Frup pertama belajar menggunakan media PUPPET yang dalam bahasa Indonesia artinya wayang atau boneka. Dalam menggunakan media puppet tersebut, guru dituntut untuk bias berekspresi dalam menggunakan puppet. Seperti ekspresi senang, sedih berbicara, tertawa dan sebagainya. Guru juga dituntut untuk bias berkomunikasi dengna Puppetnya tersebut atau dalam kata lain guru harus bias berkomunikasi dengan dirinya sendiri tetapi memrankan (monolog). Ketika nara sumber memberi kesempatan pertama untuk mencoba, saya adalah peserta pertama. Dan memang saya masih buth b anyak latihan untuk mengajar dengan puppet. Ini terbukti ketika saya masih kaku untuk berperan ganda sebagai guru dan puppet.
Delas yang kedua kami diperkenalkan dengan game game edukatif bahasa inggris untuk anak anak. Kami asik sekali bermain dan memang games tersebut sangat asik untuk anak anak merka akan senang sekali menggunakaanya dan secara tidak langsung mereka telah belajar bahasa Inggris. Anak sekarang akan menghabiskan waktunya selam berjam jam didepan computer atau video game. Jadi alangkah baiknya kalau kita bias menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan jiwa mereka, pasti kegiatan belajar mengajar makin seru dan inovatif. Inilah tantangan kita kedepan bapak ibu guru dan wali murid yang terhormat. Semoga bermanfaat!
Jumat, 30 Juli 2010
MELATIH PIDATO BAHASA INGGRIS UNTUK ANAK
Melatih pidato pada anak bukanlah hal yang mudah, walaupun sebenarnya juga tidak begitu sulit. Kita harus pandai memilih anak yang berbakat dalam percaya diri yang tinggi, suaranya jelas kalau berbicara didepan banyak orang, dan anak yang mempunyai bakat dalam berorasi dengan gerak tubuh yang sesuai. Baru kemudian kita melatih pronunciationnya. Anak akan hafal dengan sendirinya isi pidato tersebut karena dia telah berlatih membaca berulang ulang.
Kita bias menyusun rencana jadwal pelatihan yaitu:
Pertemuan
I Opening speech
II Paragraf I
III Paragraf II
IV Paragraf IV
V Closing
VI Gerak Dan Mimik
VII Berlatih didepan kelas dengan speaker
Jadwal ini bias disesuakan dengan kondisi masing masing. Jika kita bias melatih dengan jadwal semacam ini saya yakin ini akan memudahkan tugas guru dan siswa. Terkadang ada guru yang langsung memberikan teks dan siswa diberi waktu 2 minggu untuk menghafalkan. Ini akan membebani siswa secara psikologis karena dia melihat teks saja sudah pusing, ditambah lagi pemilihan katanya tidak sesuai dengan kosa kata anak. Satu lagi yang harus diperhatikan adalah komunikasi dengan orang tua siswa. Karena ini akan menjadi motivasi bagi anak karena dia akan menunjukkan kemampuannya kepada orang tuanya. Anak akan merasa bangga kalau orang tuanya mendukung dan menghargai kegiatan yang diikutinya. Semoga bermanfaat, tolong di komentari!
Minggu, 25 Juli 2010
BELAJAR DAN BERMAIN DALAM PRAMUKA
Banyak orang mengatakn bahwa kegiatan PRAMUKA sudah usang dan ditinggalkan oleh anak anak. Pernyataan tersebut adalah keliru besar. Nyatanya ketika saya sendiri tidak masuk sehari saja anak anak akan bertanya “yanda kemarin kok gak masuk!”. Artinya sebenarnya ank anak menyukai kegiatan diluar kelas. Mereka akan jenuh kalau hanya belajar didalam kelas saja. Jadi menarik atau tidak PRAMUKA untukm anak anak itu tergantung pembinanya.
PRAMUKA melatih keberanian pada anak melalui permainan meniti, melompat dan haling rintang. Pengalaman ini tidak akan didapat dalam kegiatan belajar mengajar klasikal. Makanya pada jaman sekarang banyak vermunculan sekolah alam yang pada dasarnya tehnik pengajarannya sama dengan kegiatan PRAMUKA. Ketahanan fisik dan mental anak bias dilatih melalui kegiatan ini.
Berkemah adalah kegiatan yang sangat dinanati oleh anak anak. Anak anak akan terus bertanya tentang PERSAMI Walaupun kegiatannya akan dimulai 1 minggu lagi. Mereka akan sibuk menyiapkan alat alat dan kesenian yang akan ditampilkan pada api unggun. Mereka sudah tidak sabar menantikannya. Dan yang lebih penting lagi, pengalamn ini tidak akan mereka lupakan seumur hidupnya. Saya sendiri masih ingat apan yang saya lakukan waktu PERSAMI dulu waktu SD. Kalau kita sering nonton film barat, sebuah keluarga akan menjadwalkan kegiatan berkemah dalam liburan mereka.
PRAMUKA mengajarkan kita untuk selalu bekerja sama dalam kelompok. Anak anak akan belajar memecahkan masalahnya sendiri didalam kelompok tersebut. Mereka akan mulai membagi tugas, konflik iri hati dan banyak lagi. Ini menunjukkan mereka belajar survive dalam mempersiapkan kehidupannya waktu besar nanti.
Akhirnya NEVER ENDING PRAMUKA!
Jumat, 23 Juli 2010
MENGAJAR BAHASA INGGRIS UNTUK ANAK ANAK
Lalu adakah cara yang efektif untuk menyampaikan materi pelajaran? Benar, dan pasti ada! Teacher gitu lho…..! begini, kalau kita mengajar kelas satu jangan membebani anak dengan banyak menulis dan mengerjakan soal, Kalaupun ada paling banyak ya 5 sampai 10 nomer saja. Tapi mari kita ajak anak untuk belajar sambil bermain. Kita harus menggunakan banyak media mulai dari gambar, model, VCD, laptop dan lain lain. Ajak anak anak tersebut memasuki dunia baru dengan kegiatan yang baru pula. Jangan hanya duduk manis menulis dan pulang. Ajaklah mereka bernyanyi sesuai tema yang sedang dipelajari. Saya yakin guru kelas mereka jarang sekali mengajak muridnya bernyanyi. Misalnya kita mengjar warna, kita suruh anak anak membawa pensil warna atau krayon lalu kita sediakan gambar hitam putih. Color red for shoes, color green for leaves dll. Instruksinya harus dengan jelas dan berulang ulang. Terkadang banyak guru memarahi muridnya karena mereka kurang jelas mendengar instuksinya. Kamu ini Tanya terus gak mendengarkan bu guru!. Kalimat tersebut harus kita hilangkan mulai sekarang. Singkat saja semoga bermanfaat!
Minggu, 18 Juli 2010
10 MACAM PERLAKUAN YANG MEMPENGARUHI PERILAKU ANAK
Dorothy law Nolte pernah mengatakan bahwa anak belajar dari lingkungannya. Lengkapnya adalah:
1. Jika anak dibesarkan dengan celaan, Ia belajar memaki.
2. Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi.
3. Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri.
4. Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia belajar menyesali diri.
5. Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri.
6. Jika anak dibesarkan dengan pujian ia belajar menghargai.
7. Jika anak dibesarkan dengan sebaik baik perlakuan, ia belajar keadilan.
8. Jika anak dibesarkan dengan rasa aman ia belajar menaruh kepercayaan.
9. Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri.
10.Jika anak dibesarkan dengan kasih saying dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.
Dari pernyataan diatas, jelas sekali bahwa lingkungan , terutama keluarga , akan membentuk pribadi anak dengan sendirinya. Jadi kalau anak nakal, sering berkata kotor, itu karena pengaruh lingkungan bukan karena gurunya tidak becus mendidik murid. Sekolah, terutama guru, memang berpeeran dalam mengarahkan tingkah laku anak tetapi keluargalah yang mempunyai peran lebih besar. Di tingkat pendidikan dasar anak bertemu guru hanya sekitar 5 jam sehari dan enam hari seminggu. Yang 19 jam adalah tanggung jawab orang tuanya. Jadi apa yang seharusnya dilakukan orang tua jika anaknya bandel bukan main? Jawabannya adalah mengkomunikasikannya dengan gurunya untuk dianalisa dan dicarikan solusinya. Pada jaman sekarang, banyak wali murid yang sangat kurang dlam berkomunikasi dengan pihak sekolah. Mereka rata rata merasa gugur kewajibannya dalam mendidik anaknya kalau sudah dimasukkan kesekolah. Jadi sekarang ini yang perlu “dipermak” bukan saja ank tetapi juga orang tuanya. Karena sekali kita salah melangkah mendidik anak, kita akan menyesal seumur hidup. Kok seperti terror ya? Ini sangat sangat serius.
Bagaimana kalau anak saya mals belajar pak guru, dia lebih memilih menonton tv atau main game? Membiasakan anak belajar bukanlah hal yang mudah. Tetapi kalau orang tua berhasil menciptakan disiplin belajar kepada anak, tidak disuruhpun dia akan meminta anda mendampingi belajar. Lho ma, sekarang kan wakrtunya belajar matikan TVnya dong! Anda adalah orang tua yang baik jika anak anda bias mengucapkan kalimat tersebut. Teacher, caranya bagaimana? Saudara saya yang di desa sudah membuktikannya. Wah pak Teacher ini pamer ya ! Ini bukan pamer, beliau seorang dosen di IAIN Walisongo Semarang. Jadi ya wajar lah. Beliau menerapkan disiplin belajar 1-2 jam sehari yaitu sekitar pukul 06 – 07 tiap malam dari senin sampe sabtu. Dalam waktu tersebut TV harus dimatikan. Papa tidak boleh ke warung dan Mama tidak boleh ngegosip dirumah tetangga. Memang terasa berat untuk mengawali, mungkion anak anda akan berontak dan bahkan menangis. Anda harus bias meyakinkan anak anda untuk mau belajar salah satunya berilah contoh salah seorang keluarga anda yang sudah sukses. Ceritakan kepada anak anda bagaimana ia bersungguh sungguh dalam belajar sampai dia sukses. Pada hari minggu bebaskan anak anda untuk main atau menonton televise tetapi tetap awasi kegiatannya. Kalau bias hindarkan anak untuk menonton sinetron. Karena sinetron banyak yang mempertontonkan kekrasan mental dan fisik yang akan berpengaruh buruk terhadap perkembangan psikologi anak anda. Selain itu hindarkan juga lagu lagu cinta (yang sairnya “nggilani”) karena kan direkam langsung oleh anak. Wah Pak teacher sok tahu ni…anda kan belum punya anak…. bukan sok tahu, ini pengalaman.
Pak guru saya dan istri saya kerja jadi waktu saya saya sama anak saya kurang sekali, bagaimana solusinya? Sesibuk apapun anda, haruslah anda meluangkan waktu (biarpun sebentar) buat anak anda. Karena perhatian anda akan dirasakan sebagai kasih saying bagi anak anda. Kalau anda punya uang lebih, anda bias menyiasatinya dengan Les, ngaji atau ikut sanggar. Intinya adalah pilihlah kegiatan positif yang disenangi anak anda. Jangan lupa untukl mengecek kegiatannya dengan pertanyaan berikut ini:
Apakah kamu senang tadi?
Apakah kamu tadi berkelahi?
Tadi kamu bias ngerjakan matematika nggak? Wah pinter anak mama.
Bias ceritakan kegiatan disekolah/ Les/ sanggar?
(sementara cukup sekian, entar dilanjutkan lagi jangan lupa saran dan kritiknya bias dimasukkan langsung dalam komentar dib log ini)
Jumat, 16 Juli 2010
DON'T EAT TOO MUCH
GRANDMA : Nando... Ndo............... where are you? I have a present for you!
NANDO : AHA ! it must be grand ma. She gives me a present. I love present!
GRANDMA : Knock ..................knock
Nando : where is the present, grand ma?
GRANDMA : Here we go! I give you your favourite ice cream! You must BE like it
NANDO : wow ! chocolate icecream I like it. Thank you so much grand ma!
GRANDMA : OK, keep studying! And don’t spend the ice cream by yourself. Give the rest for your brother
NANDO : YES GRAND MA!
GRAND MA : I am going to the kitchen. RemembEr! Share it with your brother or you’ll get stomachache
NANDO : MMMMMMM ........ it’s nice!
Ooooooooooooooooooooo
GRANDMA : WHAT a mess room!
Oh, my good it’s empty. It’s must be nando!
Oooooooooooooooooooooooo
Friends : excuse me grand ma, where is Nando? We want to study together!
GRANDMA : Get in guys. Nando is in the bedroom
Nando........ your friends are coming!
Oh my god! What happen Nando?
Nando : I got stomachache and toothache
Friend 1 :maybe he eats chili too much!
Friend 2 :May be he eats too much ice cream!
Nando : yes you right!
I AM sorry grandma, i didn’t share the icecream with my brother!
Grandma : I’s ok,! Children do not eat ice cream too much, or you will be sick like Nando
ALL : YES GRAND MA!
DRAMA UNTUK ANAK ANAK
KUPU KUPU YANG SEDIH
Seekor kupu – kupu menangis sedih…………
Kupu-kupu : kemana lagi saya harus cari bunga yang mekar..
Semua bunga telah layu dan mati.
Kumbang : kenapa kamu sedih kupu-kupu..
Kupu2 : saya sedih karena dihutan ini tidak ada lagi bunga yang dapat dihisap..
Kumbang : o begitu,saya juga bingung,dari tadi saya terbang keliling tapi juga take jumpai bunga satupun..
Kupu2 : iya,padahal kita
Kaakkkkkkkkkk...kaaaakkkkkkk
Seekor burung elang datang....
Kupu2 : hah!ada burung ayo sembunyi sebelum kita dimakan...
Kumbang : mana mungkin dia memakanku kulitku
Kupu2 : kalau begitu tolong lindungi aku..
Kumbang : iya,cepat sembunyi dibelakangku..
Seekor elang turun didepan kumbang...
Kumbang : apa yang kamu mau,sebaiknya pergi...
Elang : (tertawa) kamu jangan bercanda masa ada kumbang mau melawan elang...
Kumbang : cepat pergi,saya tidak peduli...
Elang : tenang,tenang saya sudah kenyang,
Kumbang : lalu apa maumu,,
Elang : saya Cuma bingung dan mau nanya
Kumbang : benar kamu tidak akan memakan kami?
Elang : benar,aku janji
Kupu2 : apa bisa dipercaya?
Elang : elang tidak pernah berbohong
Kumbang : baiklah,kami percaya lalu apa yang kau tanyakan
Elang : saya ingin tahu dimana rumahku,apa kalian tahu
Kumbang : (tertawa) mana ada elang lupa sarang,,,
Elang : sudah diam,jika terus tertawa aku makan kalian,,,,
Kumbang : tenang,tenang...
Elang : apa yang lucu memangnya?
Kumbang : ya lucu,selama ini elang itu tidak pernah lupa dimana sarangnya,bukan begitu kupu2
Kupu2 : iya,setahu saya kemanapun elang pergi pasti dia kembali..
Elang : saya juga bingung,padahal saya tidak lupa dimana rumahku,
Kumbang : memang dimana sebelumnya rumahmu ?
Elang : dulu rumahku,ada ditengah hutan ini,lalu semua pohon roboh dan ganti jadi tumbuhan yang aneh...untung rumahku tidak ikut roboh....
Kumbang : (tertawa) dasar elang bego...tumbuhan disini semua telah habis,dan yang ada sekarang itu bukan tumbuhan tapi bangunan...(kembali tertawa)
Elang : diam!(marah diketawain) jawab saja pertanyaanku...dimana rumahku ?
Kupu2 : dimana tepatnya rumahmu ?
Elang : disana!dekat tumbuhan...eee bangunan yang tinggi itu...
Kumbang : bangunan itu maksudmu....tadi saya mendengar suara bising dari
Elang : apa?jadi rumahku roboh?siapa yang merobohkannya....siapa!katakan siapa...
Kumbang : maaf....saya tidak tahu elang...
Kupu2 : iya elang,kami tidak tahu...
Elang : cepat katakan!atau kalian saya makan....
Kumbang : mu...mu..mungkin yang melakukan,para manusia...
Kupu2 : iya,pasti manusia...bukankah yang merobohkan semua pohon disini dulu juga manusia...
Elang : apa....manusia...manusia yang tinggal ditumbuhan tinggi itu....(menjadi takut)
Kumbang : iya,saya yakin sekali mereka yang melakukannya...
Kupu2 : kenapa kau takut elang...?
Elang : kemarin,mereka melukai kakiku,,,entah dengan apa,,aku hanya mendengar suara dor...dan kakiku terluka....untung aku bisa terbang dan kabur...
Kupu2 : saya ikut sedih dengar semua itu,,,
Saya heran kenapa manusia merobohkan semua pohon disini
Elang : ya,mereka semaunya saja merusak tempat tinggal kita
Kumbang : tidak hanya itu,kita juga kehilangan makanan...
Kupu2 : iya,saya kehilangan bunga dan tempat bertelur...
Elang : lalu,apa yang harus kita lakukan sekarang..?apa kita serang mereka...?
Kumbang : tindakan bodoh!mereka terlalu kuat
Kupu2 : kita mengungsi saja,kita cari tempat tinggal baru,tempat makan baru,,
Kumbang : saya setuju itu..kita mengungsi saja...
Elang : baiklah ayo kita pergi sebelum sore...
Semua terbang bersama-sama,namun perjalanan terlalu jauh hingga mereka pun lapar namun mereka telah berjanji untuk saling menjaga. Akhirnya satu persatu mereka mati karena kelaparan.