Rabu, 06 April 2011

TAK SELAMANYA LANCAR

Aku dan kawan-kawan mendirikan Out bond training and out door activity. Kebetulan sabtu besok kita ada job di sekolah omku, namanya The Naff. Pada awalnya pembicaraan terjadi sangat lancar. Kami menyodorkan proposal dengan harga yang sudah kami epakati bersama. Alhamdulillah!
Hari demi hari kami mempersiapkan semuanaya. Kami menghubungi seluruh tim untuk rapat bersama. Rapatnya ditempat yang sangat keren, yaitu Warung Ijo atau WI. Memang kami biasanya ngopi an “cangkruk” disana. Karena tempatnya memang disebelah kampus kami dulu. Semuanya kelihatan lancar permainan dan segala keperluan kami bicarkan sampil ngopi dan face book an.
2 minggu sebelum hari H, pihak sekolah meminta kunjungan ke peternakan sapi. Jadi biar tidak hanya out door saja tetapi ada kegiatan edukasinya juga. Kami pun menyanggupinya. Kami menghubungi pihak peternakan dan mereka setuju! Bagi kami ini adalah masukan yang bagus untuk promosi kami selanjutnya. Alhamdulillah beres semunya!
Satu minggu sebelum hari H, uang DP belum juga turun, kami semua bingung harus nyari modal dimana. Kami ini adalah tim yang baru berdiri, jadi bisa dibilang keuangan kami juga pas-pasan. Akhirnya, dengan susah payah kami mencari pinjaman, semua bisa dibilang beres.
Beberapa hari menjelang hari H, ada kabar buruk dari pihak peternakan. Ada surat dari pusat yang isinya bahwa peternakan akan igunakan pelatihan selama beberapa hari dan tepatnya di hari H, tempatnya masih digunakan. Astaghfirullah, kami pun bingung mencari alternative lain. Akhirnya selama tiga hari rekan kami terus survey Malang–Surabaya. Kami pun memutuskan untuk mengambil kunjungan di Bakpao Waloh di Malang. DP sudah di berikan, pihak sekolah sudah diinformasikan.
Kabar burukpun datang, ternyata pihak sekolah tidak bersedia berkunjung ke Bakpao Waloh. Alasannya tahun kemarin sekolah sudah mengunjunginya. H- 1 kami belum mendapat tempat untuk kunjungan. Akhirnya salah satu tim kami menghubungi partner kami yang ada di kawasan Batu. Kami semua sangat tertekan karena baru kali ini kami mendapat klien yang sangat ruwet. Bisa dibilang kami “kalang kabut”
Pada hari H kami pun masih kekurangan. Tim yang seharusnya berkumpul jam 5 telat sampai setengah jam dikarenakan banjir. Kami pun terlambat datang ke sekolah seharusnya berangkat jam 6 kami datang sekitar jam 7 kurang 15 menit. Saya pribadi merasa sangat takut kalo dimarahi oleh sekolah, mengingat pemilik sekolah adalah om saya sendiri dan kepala sekolahnya adalah adik kandung saya. Tetapi, ketakutan saya sirna karena ternyata pesrta dari sekolah masih banyak yang belum datang, sebagian sudah masuk kedalam Bus. Lega sekali, meskipun salah, saya tidak terlalu salah juga. Karena bus masih menunggu anak lain. Akhirnya sekitar jam 7 tepat kami semua berangkat bersama. Ditengah perjalanan si “Gapron” pun beraksi dengan lihainya memandu anak anak didalam bus sambil perkenalan dengan bahsa yang kocak, suasana pun terlihat sangat santai.
Di tempat out bond tepatnya di songgoriti kami pun memulai out bond dengan lancar. Meski ada kekurangan yaitu persiapan alat yang kurang, tetapi kami bisa mengatasinya dengan lancar. Hujan gerimis mengguyur kami, semakin lama, semakin deras. Anak anak kami suruh berteduh di Restoran dekat kolam renang. Sterlah hujan reda, kami pun melanjutkan out biond dengan lancar. Anak anak sangat ceria meski baju mereka kotor sekali terkena Lumpur basah. Setelah out bond selesai anak anak berenang di kolam dan makan siang bersama- sama. Perjalanan kami lanjutkan ke tempat kunjungan. Yaitu di tempat bonsai. Kami baru menemukan tempat kunjungan beberapa jam sebelum kunjungan dilaksanakan. Wow, sungguh kerja keras didalam tekanan. Alhamdulillah semua beres.
Tiba tiba masalah lain muncul yaitu koordinasi antara kami, pihak sekolah dan wali murid. Dari awal kami menginformasikan bahwa kunjungannya adalah ke wisata agro, tetapi wali murid mengira ke pasar agro. Dengan menyewa bus sendiri wali murid sudah menunggu disana. Pihak sekolah menanyakn kepada tim kami jawabannya tidak sama. Jadi akhirnya banyak komplain muncul.dan kami pun sangat tertekan pada waktu itu untuk menjelaskan. Salah satu wali murid bahkan menjemput paksa anaknya dengan menyuruh kami mengantar anaknya ke Selcta. Semua wali murid bingung, “katanya tidak jadi ke selecta sekarang kok menuju kesana” akhirnya adik saya harus menjelaskan semuanya ke wali murid dan komplainnya pun bisa diatasi. Tetapi ini menunujukkan bahwa tim kami kurang solid atau kompak. Masih nampak “kacau”. Bagaimanapun, semua sudah terjadi. Akhirnya kami pulang sekitar jam 3 siang dan sampai di Sidoarjo sekitar jam 6 sore.
Pelajaran yang dapat di ambil
1.         Hendaklah kita mempunyai plan B untuk persiapan jika plan A gagal.
2.         Di dalam sati tim harus jelas dulu informasinya seperti tempat, waktu dll.
3.         Tepat waktu, karena ini adalah pentyakit yang sulit disembuhkan!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar